Peran Mahasiswa Keperawatan Untuk Membantu Adaptasi Pola Kesehatan Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Zahra Faisha Salsabila

Virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARSCoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid 19. Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru- paru yang berat, hingga kematian. Severe acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS- CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari corona virus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui (Handayani, 2020).  Kemunculannya sejak 2 tahun yang lalu, membuat banyak aktivitas yang terhambat dan hanya dilakukan secara online. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan seperti lockdown untuk menekan tingginya angka kasus Covid-19. Selain lockdown, untuk menekan tingginya angka kasus Covid-19 dibutuhkan fungsi seorang perawat, kebiasaan – kebiasaan sehat untuk membantu mencegah Virus Covid-19, dan program dari pemerintah.

Saat ini pemerintah telah mengumumkan keputusan bahwa seluruh masyarakat diperbolehkan untuk tidak mengenakan masker di luar ruangan. Keputusan tersebut diputuskan setelah mempertimbangkan beberapa aspek. Maka dari itu, telah muncul kebiasaan – kebiasaan baru setelah adanya pandemi Covid-19 selama kurang lebih 2 tahun ini.

Dalam dunia keperawatan, perawat memiliki beberapa fungsi. Di antaranya perawat pelaksana, perawat sebagai pendidik, perawat sebagai pengelola, perawat peneliti, perawat sebagai penasehat (counselor), perawat sebagai pembela pasien, dan juga perawat sebagai pembaharu (change agent). Dalam hal ini, mahasiswa keperawatan memiliki peran untuk membantu adaptasi masyarakat pasca pandemi Covid-19 dengan mewujudkan beberapa dari fungsi perawat tersebut.

Fungsi yang pertama adalah sebagai penasehat, bisa diwujudkan dengan cara perawat memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang kebiasaan – kebiasaan sehat untuk membantu peningkatan kekebalan tubuh. Adapun kebiasaan – kebiasaan tersebut, yang pertama adalah mengedukasi untuk mengurangi stress. Stress adalah salah satu cara tercepat untuk menghancurkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa cara mengurangi stress di antaranya bermeditasi, olahraga, istirahat cukup, dan menghirup aromaterapi. Yang kedua adalah berolahraga. Olahraga yang teratur dapat meningkatkan sirkulasi yang baik sehingga sistem kekebalan tubuh dapat bekerja secara optimal. Yang ketiga adalah banyak minum air putih untuk menghindari tubuh kita sehingga tidak dehidrasi. Beberapa kebiasaan yang lainnya adalah tidur yang cukup. Kurang tidur memiliki efek yang buruk. Orang yang selalu kurang tidur memiliki antibodi yang lebih sedikit daripada orang yang memiliki waktu tidur yang cukup. Kebiasaan selanjutnya adalah selalu berpikir positif. Menyingkirkan hal-hal negatif tidak hanya membuat semangat tetap tinggi, tetapi juga akan membuat tubuh tetap kuat. Kebiasaan lain untuk membantu peningkatan kekebalan tubuh adalah tertawa, tertawa menunjukkan bahwa diri kita bahagia. Tertawa dapat meningkatkan detak jantung dan mengirimkan lebih banyak oksigen ke jaringan tubuh.

Selain kebiasaan – kebiasaan dari masyarakat yang telah diedukasi oleh perawat, pemerintah juga memiliki program untuk peningkatan kekebalan tubuh. Program tersebut adalah vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah secara gratis dan diharapkan dapat diterima secara merata oleh masyarakat. Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk menciptakan kekebalan tubuh agar masyarakat menjadi lebih produktif dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Dalam hal ini perawat memiliki peran sebagai pelaksana, yaitu memberikan vaksinasi kepada masyarakat secara langsung.

Dari beberapa cara untuk mencegah terdampaknya Virus Covid-19 yang sudah dijelaskan, diharapkan perawat dapat mewujudkan fungsi perawat sebagai pembaharu (change agent). Change agent disini di maksud agar masyarakat memiliki kebiasaan kebiasaan baru pasca pandemi Virus Covid-19 saat ini. Dengan adanya kebiasaan – kebiasaan tersebut, diharapkan agar kasus Covid-19 dapat ditekan secara sedikit demi sedikit, dan diharapkan agar pandemi ini dapat segera benar – benar berakhir.

Scroll to Top