Bayangan Membekas Di Jalan Pulang Oleh: Elga Fifanda Balivia

Di bawah terik matahari kala itu,
Tak kusangka melihatmu.
Langkahmu perlahan, sapaku sederhana,
Sementara bayanganmu masih dibenakku.


Aku pulang,
namun rasanya tersesat.
Lirikan matamu, senyummu yang singkat,
Meninggalkan gema yang tak lekas redup.


Di tiap tikungan, ingatanmu hadir,
hembusan angin membawa aroma parfummu,
dan dalam sunyi yang mengendap,
namamu masih kupanggil pelan.


Bayanganmu masih menunggu.
Kini aku hanya bisa menyapa lewat doa,
entah sampai kapan waktu menjawab.
Aku sekadar menyimpan jejakmu di ingatan.

Scroll to Top