Bakteri

Oleh: Rofika Berliana

PENDAHULUAN

Bakteri adalah kelompok besar prokariota yang berukuran sangat kecil dan memiliki peranan dalam kehidupan di bumi. Bakteri sangatlah kecil (Mikroskopis) dan kebanyakan uniseluler (ber sel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana: tanpa nukleus atau unti sel, kerangka sel dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Bakteri dianggap sebagai organisme paling melimpah dibumi. Bakteri tersebar dan menghuni hampir semua tempat di air, tanah, udara, atau simbiosis dengan organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari bakteri memiliki ukuran kecil, hanya berukuran 0,5-5 mikrometer. Bakteri umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur tetapi dengan bahan
pembentuk (Peptidoglikan) yang berbeda.

ISI

Sebagai makhluk hidup, bakteri juga tumbuh dan berkembang sebelum akhirnya mati. Pertumbuhan disini merupakan peningkatan kuantitas massa sel lewat terbentuknya sel-sel baru. Proses pertumbuhan ini bergantung kepada kemampuan sel membentuk protoplasma baru dari nutrisi yang tersedia di lingkungan. Fase pertumbuhan bakteri dibagi menjadi empat fase yaitu pertama fase lag, fase ini waktu persiapan untuk reproduksi dan tidak ada peningkatan jumlah sel. Kedua fase Eksponensial (log), Pembelahan sel terjadi terbilang cepat, dan ditentukan oleh media dan kondisi kultur. Ketiga fase Stasioner, Periode ketika bakteri telah mencapai kepadatan atau hasil sel maksimalnya. Tingkat pertumbuhannya persis sama dengan
tingkat kematian. Keempat fase Kematian, Periode di mana laju kematian sel bakteri melebihi laju pembentukan sel baru.

Perkembangbiakan bakteri secara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan secara aseksual dengan cara pembelahan. Sedangkan secara seksual dengan cara transformasi, transduksi, dan konjugasi. 1) Transformasi adalah proses pemindahan materi genetik DNA dari satu bakteri dengan bakteri lainnya. Transformasi juga dilakukan oleh bakteri untuk menurunkan sifatnya ke bakteri yang lain seperti Pneumococci menyediakan pneumonia dan pada bakteri patogen yang tidak kebal terhadap antibiotik menjadi kebal. 2) Transduksi merupakan proses pemindahan materi genetik bakteri dengan bakteri lain melalui perantara virus. Terjadi pada : Escherechia coli, Salmonella, Shigella, Proteus, Pseudomonas, Staphylococcus, Bacillus, dan Corynobacterium. 3) Konjugasi merupakan gabungan dua bakteri positif dan negatif yang membentuk jembatan untuk memindahkan materi genetik. contoh: Escherechia coli. Pelaksanaan pembiakan sel bakteri yaitu dengan cara pembelahan diri. Pembelahan diri dapat dibagi menjadi tiga fase, yakni : 1) Fase pertama, dimana sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus pada arah memanjang. 2) fase kedua, sekat tersebut diikuti oleh suatu dinding melintang. 3) fase ketiga, ialah terpisahnya kedua sel. Bila bakteri di inokulasikan kedalam suatu medium yang sesuai dan pada keadaan yang optimum bagi pertumbuhannya, maka terjadi kenaikan jumlah yang amat tinggi dalam waktu yang relatif pendek (singkat). Pada beberapa spesies populasi
(panen sel terbanyak yang dapat diperoleh) tercapai dalam waktu 24 jam, dimana populasinya dapat mencapai 10 sampai 15 milyar sel bakteri permilliter. Perbanyakan seperti ini dapat terjadi karena disebabkan oleh pembelahan sel secara aseksual.

Menurut penelitian Mardalena (2016: 58-66) adalah Hasil isolasi dan inkubasi bakteri asam laktat selama 48 jam, didapatkan total koloni bakteri asam laktat yang dihasilkan pada pengenceran 10-4 – 10-9 berkisar antara 6,0 x 106

  • 3,8 x 107 CFU/g. Selain itu Isolat bakteri asam laktat tempoyak asal Jambi menunjukkan karakteristik khusus yang dimiliki bakteri asam laktat dengan bentuk koloni bulat, warna koloni putih susu, Gram positif (+), reaksi katalase negatif, sel berbentuk batang pendek dan selnya berwarna ungu tua. Isolat BAL mampu dibiarkan pada suhu kamar hanya selama 6 jam penyimpanan.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak manfaat yang bisa dapatkan dari bakteri. Selain proses pembuatan antibiotik oleh bakteri Streptomyces griseus, Streptomyces aureofaciens, Bacillus brevis, dan Bacillus subtilis, bakteri juga bisa menghasilkan asam. Bakteri penghasil asam antara lain Acetobacter, Propionibacterium, dan Clostridium butyricum. Bakteri Acetobacter menghasilkan asam asetat. Bakteri juga berperan dalam proses pembuatan olahan susu. Yoghurt terbuat bakteri Lactobacillus Casei, Lactobacillus Bulgaricus, dan Streptococcus Lactis. Ketiga bakteri tersebut tidak hanya mengolah yoghurt tapi juga mengolah produk susu yang lain. Selain itu nata de coco terbuat dari bakteri Acetobacter xylinum. Menurut Penelitian Fidiastuti (2017: 1-10) yakni Dari penelitian biodegradasi secara in vitro, diperoleh spesies-spesies bakteri potensial yang memiliki kemampuan dalam endegradasi limbah cair pabrik kulit yaitu Staphyllococcus aureus, Pseudomonas pseudomallei, dan Actinobacillus sp. Bakteri juga memiliki peranan negatif terhadap hewan, manusia, dan tumbuhan. Pada hewan, bakteri menyebabkan antara lain penyakit sapi gila dan TBC pada unggas. Bakteri yang menyebabkan penyakit sapi gila adalah Bacillus antharicis, sedangkan yang menyebabkan TBC pada unggas adalah Mycobacterium avium.

Jenis bakteri yang berfungsi menjaga kesehatan usus dan pencernaan yaitu Probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain atau inangnya. Pada Sistem pencernaan merupakan rumah bagi banyak bakteri, ada bakteri baik dan ada pula yang jahat. Bakteri baik yang disebut “flora usus,” berkontribusi bagi kesehatan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan. Ketika bakteri baik dan jahat tidak seimbang jumlahnya, anda akan menjadi rentan terhadap infeksi, misalnya diare, infeksi saluran kemih dan sebagainya. Untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat agar terhindar dari patogen yakni dengan memperhatikan kebersihan makaan , misalnya dengan memasak makanan hingga matang, mencuci peralatan makan dan masak sampai bersih, mencuci tangan sebelum makan terlebih setelah pergi ke kamar mandi. Serta juga perlu membuat variasi makanan yang mengandung probiotik. Asupan probiotik merupakan tindakan pencegahan, bukan sebagai pengobatan. Probiotik dapat melindungi terhadap beberapa bakteri berbahaya dan membantu pencernaan.

KESIMPULAN

Bakteri merupakan organisme mikroskopis yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Mereka dapat hidup di lingkungan yang beragam, baik di dalam maupun di luar tubuh manusia (seperti tanah, air sungai, serta air laut). Bakteri berkembangbiak baik secara seksual maupun aseksual. Pertumbuhan bakteri dibagi menjadi empat fase yakni fase lag, fase log, fase stasioner, dan fase kematian. Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan serta juga merugikan baik itu pada manusia, hewan, dan tumbuhan.


Daftar Pustaka

Fidiastuti, Hasminar Rachman; dan Sunarsih, Endang. 2017. “Potensi Bakteri Indigen Dalam
Mendegradasi Limbah Cair Pabrik Kulit Secara In Vitro”. Bioeksperimen. Vol 3. No 1.
Hal : 1-10.
Hakim, Lukman. 2015. Bakteri Patogen Tumbuhan. Aceh : Syiah Kuala University Press. Hal :
65-66.
Mardalena. 2016. “Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Tempoyak Asal Jambi
yang Disimpan Pada Suhu Kamar”. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. Vol 11. No 1.
Hal : 58-66.
Tadesse, Abilo; and Alem, Meseret. 2006. Medical Bacteriology. Gondar: Ethiopia Public Health
Training Initiative. Page : 49-57.
Wahyudi; dan Ramadhani Indrie. 2020. Mikrobiologi dan Parasitologi. Banyumas: CV. Pena
Persada. Hal : 27.
Web RSUA. 2013. Fakta Menarik Tentang Probiotik, Si Bakteri Baik. Artikel Kesehatan. Hal : 1.
Diakses 1 April 2021, dari Web RSUA.

Scroll to Top