BOROS BERKEDOK SELF-REWARD DI KALANGAN MAHASISWA
Oleh : Rumaisa Hisan.
Menghargai diri sendiri merupakan hak dari setiap manusia. Pada zaman sekarang kita biasa mendengar istilah “menghargai diri” dengan istilah self reward. Self reward sendiri memiliki pengertian yaitu suatu aktivitas dalam bentuk penghargaan diri sendiri terhadap kerja keras yang telah dilakukan atau memberikan apresiasi kepada diri sendiri agar semakin termotivasi dalam melakukan kegiatan berikutnya. Fenomena ini terjadi hampir di setiap kalangan, termasuk mahasiswa. Menjadi sebuah hal lumarah saat mahasiswa membutuhkan self reward karena kesibukan mereka selama perkuliahan. Eric Owens berkata “Reward yourself for the daily work you’ve done daily. It’ll keep you working harder”. Artinya hadiahi diri Anda sendiri atas pekerjaan sehari-hari yang Anda lakukan setiap hari, ini akan membuat Anda terus bekerja lebih keras. Hal ini menunjukan jika Self reward merupakan kegiatan yang perlu dilakukan. Self reward akan berdampak positif jika dilakukan dengan porsi yang cukup tidak berlebihan. Bentuk self reward sendiri bisa dengan membeli makanan, belanja barang-barang, atau pergi ke tempat yang diinginkan.
Di era sekarang, fenomena self reward ini justru sering disalahgunakan dalam melakukan hal-hal kecil dan umum sehingga menjadi dalih baru budaya konsumtif. Misalnya, ketika berhasil menyelesaikan tugas dari dosen mahasiswa sering melakukan self reward berupa membeli pakaian yang mahal. Padahal hal tersebut bukanlah kebutuhan pokok yang diperlukan. Hal tersebut memicu budaya konsumtif dan mendorong sifat boros. Dalam perilaku ini tidak ada larangan mengenai hal tersebut, tetapi jika dilihat dalam jangka panjang self reward yang sering dilakukan akan berdampak negatif khususnya bagi mahasiswa. Dalam pandangan islam sikap ini sudah di jelaskan dalam Al-Quran surah Al-Isro’ ayat 26-27 yang berbunyi “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Ayat tersebut mengisyaratkan dalam memenuhi kebutuhan, kita harus pandai-pandai membagi pengeluaran agar tidak boros. Dampak negatif self reward sendiri diantaranya dapat memicu:
1. Krisis Keuangan Dampak negatif dari self reward yang tidak terkontrol akan menyebabkan pengeluaran secara berlebihan, sehingga memperburuk kondisi finansial yang
dapat menimbulkan krisis keuangan, dimana uang bulanan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kuliah.
2.Tidak Bisa Menabung Dampak yang akan terasa saat mahasiswa sering melakukan self reward yaitu keinginan membeli barang-barang atau makanan yang mahal. Hal tersebut dapat
menyebabkan sulitnya mengalokasikan uang untuk menabung.
3. Tidak Memiliki Dana Darurat Terkadang kita menghadapi keadaan darurat yang mengakibatkan pengeluarancukup besar. Namun karena keinginan untuk selalu melakukan self reward,
seringkali mahasiswa lupa untuk menyiapkan dana darurat. Padahal, menyisihkan dana darurat minimal 20% dari total uang bulanan adalah hal yang sangat penting
meskipun sifatnya spekulatif. Namun, hal ini justru menjadi sangat vital karena jika suatu saat timbul pengeluaran yang tidak terduga maka mahasiswa tidak perlu
khawatir untuk mencari pinjaman.
Untuk menghindari sifat boros ketika melakukan self reward sebaiknya mahasiswa membuat daftar skala prioritas kegiatan apa saja yang perlu diapresiasi.
Kemudian, alangkah lebih bijak dalam membeli atau melakukan hal yang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Jika intensitas melakukan self reward tinggi maka akan
timbul rasa demotivasi. Kecenderungan mengkambing hitamkan self reward untuk membeli sesuatu yang diinginkan akan menimbulkan dampak stres karena akan terjadi pembengkakan uang bulanan.
Self reward tidak selalu dilakukan dengan mengeluarkan uang yang banyak untuk memenuhi keinginan sementara. Mahasiswa seharusnya bisa membuat batasan diri untuk membeli barang yang diperlukan saja untuk sementara waktu. Mengapresiasi diri bukan berarti melakukan segalanya hingga diri sendiri merasa mendapatkan kompensasi atas segala tenaga yang telah dikeluarkan. Self reward yang baik seharusnya tidak akan menimbulkan rasa menyesal setelah melakukannya.

