Janda Bolong Si Janda Primadona di Era Pandemi
Karunia Za’idah
Pandemi Covid-19 di Indonesia ternyata tidak hanya membawa dampak negatif, tetapi juga dampak positif. Diantaranya, menjadikan kegiatan bertanam menjadi hobi ngetrend saat ini. Hal ini tentu akan membawa dampak baik, terutama untuk kelestarian dan keasrian lingkungan sekitar. Masyarakat yang awalnya tidak tertarik untuk bertanam, saat ini justru berbondong- bondong untuk mencari tanaman untuk bisa di jadikan kegiatan mengisi waktu luang selama pandemi. Salah satu tanaman yang paling di cari masyakarat saat ini adalah Janda Bolong. Janda bolong jenis Monstera obliqua atau Monstera adansoii ini merupakan tanaman berdaun hijau yang merambat, tetapi memiliki lubang di setiap daunnya seolah- olah seperti di makan ulat. Nama janda bolong itu sendiri sebenarnya di ambil dari kata ron dalam bahasa jawa berarti daun do bolong artinya yang berlubang. Namun, karena penyebutannya yang di jadikan satu yaitu rondo bolong menyebabkan orang berpikir rondo yang dalam bahasa Indonesia yang berarti janda. Jadilah namanya dikenal menjadi janda bolong. Walaupun berlubang, justru dengan keunikan tersebut menjadikan tanaman ini menarik yang banyak di incar di antara tanaman hias lainnya hingga harganya selangit. Harga tanaman janda bolong di pasaran bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah, apalagi untuk janda bolong yang memiliki corak putih dan hijau atau biasa disebut varigata.

Menurut Ina Erlinawati, dikutip dari Instagram LIPI, tanaman hias ini merupakan anggota Araceae (talas-talasan) dari marga monstera. Asal tanaman ini dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Penyebarannya meliputi Belize, Bolivia, Brazil, Colombia, Costa Rica, Ecuador, El Savador, French Guaina, Guatemala, Guyana, Hounduas, Lesser Antiles, Mexico, Nicaragua, Panama, Peru, Suriname, Trinidad dan Tobago, dan Venezuela. Ina mengatakan di alam, tumbuhan janda bolong merupakan tumbuhan semi epifit pada intensitas cahaya rendah dan jika hidup pada tempat yang memiliki kelembaban tinggi dapat berbunga setiap tahun, tetapi umumnya berbunga pertama kali saat usianya mencapai tiga tahunan.
Janda bolong memiliki postur yang tergolong sedang dengan batang yang tipis dan merambat. Cara memperbanyak tanaman ini cukup mudah hanya dengan stek batang. Sehingga cocok dijadikan sebagai tanaman hias merambat baik dalam interior maupun exterior. Caranya, letakan potongan batang yang masih berdaun ke dalam wadah berisi air hingga muncul akar- akar yang banyak lalu baru bisa dipindahkan ke media tanah yang memiliki porsitas bagus. Sebagai anggota talas- talasan, tanaman ini menyukai lingkungan yang lembab, tanah berpori dengan drainase yang baik, dan instensitas cahaya matahari yang cukup tetapi tidak terlalu panas karena akan bisa menyebabkan daunnya terbakar.
Selain bisa memanjakan mata dengan keunikan daunnya, janda bolong ternyata juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan yang jarang diketahui. Manfaat janda bolong untuk kesehatan diantaranya dapat meningkatkan suasana hati, memperbaiki mood yang rusak, bahkan bisa mengurangi resiko demensia. Selain cantik dengan memelihara janda bolong kita juga sekaligus mendapatakan udara yang lebih sejuk. Hal tersebut akan memberikan efek nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sumber :
Redaksi Trubus. 2021. Plantemi Plantatis. Trubus, h. 62-63.
Kencana, I.P. 2008. Galeri Tanaman Hias Lanskap. Penebar Swadaya : Jakarta.
Lipi, [@lipiindonesia]. 2020. Tanaman Janda Bolong [Foto Instagram]. Diakses https://www.instagram.com/p/CIW9iX6pEe5/?utm_source=ig_web_copy_link, 6 September 2021.

